Selasa, 10 Maret 2015

Cerpen "Aku Bisa Sekolah"


AKU BISA SEKOLAH

Rumah tua berdindingkan sulaman bambu, genting berlumut dan berlantaikan tanah. Dengan pohon mangga besar sebagai peneduk dan kamuflase tempat tinggalku. Jeritan, tangisan dan canda tawa adik-adikku penyegar jiwa yang dirundung kenestapaan.Namaku RINA anak pertama dari lima bersaudara, aku duduk di kelas enam SDN CINTA BANGSA, mungkin semua akan terheran dengan banyaknya adikku, ya….adik-adikku duduk dikelas 4 bernama Anto, kelas 2 bernama Rahmat , Jono berumur 5 tahun dan Danu 2 tahun.
“Bu, sekarang sudah sore, biar Nana yang masak nasi ya bu?” ucap Rina. “Ya, nak tapi beras kita habis, kita Cuma punya singkong yang baru ibu ambil dari kebun?” jawab ibu pada Nana. “Biar Nana yang rebus ya bu?” menuju ke dapur.“Terima kasih nak?” sambil mengusap air matanya.
Bapak pulang dari pangkalan becaknya dengan muka kesal sambil marah- marah karena hari ini ia tidak dapat penumpang.
” Apes, bener- bener apes Aku hari ini?” menggaruk- garuk kepala. ”Apes kenapa toh pak?” Ibu penasaran. ”Seharian Aku mangkal, takku dapat penumpang satupun?”duduk bersandar. ” Belum rejeki kita pak?” ibu mengucapkan dengan lembut penuh pengertian. ” Jangan sok menceramahi bapak, bu! udah sekarang bapak mau mandi dulu!” pergi menuju Dapur. “Sekalian nanti kita shalat bareng ya pak?”. “Bapak, cape bu! Bapak mau langsung tidur” teriak bapak dengan lantang.
Malam ini keluargaku hanya makan sepotong singkong rebus, setelah usai menunaikan solat magrib dengan Ibu sebagai imam.
Keesokan harinya, sang ibu menangis dalam hati mendengar adik- adik Rina kelaparan, untung masih ada sisa singkong rebus semalam 2 potong dan dibaginya menjadi empat potong untuk si kecil. Rinapun tak sanggup menahan air matanya. “Maaf ya nak bagian untuk mu tidak ada?” ucap ibu sedih.“ Tak apa bu, Nana semalam niat untuk berpuasa!” mata Nana berkaca.“Syukurlah, mudah- mudahan puasamu barokah nak!” sambil berdoa dalam hati.“Amin…bu! Nana berangkat dulu ya bu” mengecup tangan ibu dan keluar rumah.
Dengan mengusap air mata Nana melangkahkan kakinya keluar rumah. Di dalam rumah ibu berfikir dari pada berdiam diri lebih baik memanfaatkan tenaganya untuk bekerja. Ya… bekerja apa saja yang penting halal dan bisa mengisi perut anak- anak. Jika menggantungkan diri pada Bapak kita akan mati kelaparan.Seketika setelah ketiga anaknya berangkat sekolah ibu membawa kedua buah hatinya yang lain pergi kesuatu tempat.
 “Sudah seminggu ini kamu pergi kemana saja bu, pulang selalu larut malam?” Tanya bapak.“ Ibu bekerja pak, mencari nafkah untuk makan anak- anak!” duduk untuk beristirahat. “ Bekerja?” dengan kagetnya. ”ya pak, ibu bekerja, ibu tidak bisa mengandalkan bapak yang selalu malas-malasan dan tidak pernah berhenti dari judi” keluh ibu. Bapak terduduk dan merenung “maafkan bapak, bu!”. “Sudahlah pak! anak- anak sudah mulai besar, kebutuhan mereka semakin banyak, bapak mengizinkan pekerjaan ibu inikan?”: ”Baiklah bu, selama ibu ikhlas menjalankannya dan bapak janji akan mencari uang juga agar anak- anak kita bisa makan dan sekolah tinggi.”.
Ketika jam istirahat Rina dan teman- temannya berbincang-bincang mengenai ujian yang akan mereka hadapi dan sekolah menengah yang akan mereka pilih. ”Na, kamu mau melanjutkan sekolah SMP kemana?” Tanya Riana. “Tidak tahu yan, makan saja susah apalagi untuk melanjutkan sekolah?” jawab Rina. “Kamu jangan patah semagat dong Na, kamu kan pintar, sayang kalau tidak melanjutkan sekolah!” memberi semangat. “Saya juga maunya seperti itu ingin sekolah tinggi biar bisa beliin ibu dan adik-adik rumah bagus!” seru Rina. “Wahhhhh…cita-citamu mulia banget Na!” Ujar Riana. “Aku salut na sama kamu!” kata Maria. “Aku saja belum kepikiran?” ucap Riana. “Jelas aja ga kepikiran otakmu kan kosong!” Santi tertawa dengan lepas. Semua anakpun ikut tertawa.
Jam istirahat telah habis bel masukpun berbunyi. Ibu Sinta masuk kelas dan memberikan materi untuk menghadapi ujian 3 bulan lagi.” Anak- anak kalian harus rajin belajar untuk menghadapi ujian tiga bulan lagi!” kata Ibu Sinta.Iya, bu!’ jawab siswa serempak. “Ibu punya kabar gembira buat kalian!”. Semua siswa penasaran dibuatnya. “kalian pasti penasaran! yayasan Peduli Bangsa akan mengadakan lomba cerdas cermat sekecamatan, semua mata pelajaran akan dilombakan dan tiap sekolah harus mengirimkan satu wakilnya dari kelas enam untuk             mengikuti perlombaan itu!”.”Nana bu!”Semua siswa serentak mengumandangkan Nana. “Ya kalian benar sekolah kita akan mengirimkan Nana untuk mengikuti lomba tersebut dan ibu yakin kita akan menang!”.”Saya bu?” Tanya Nana. “Ya kamu Na! Sapa lagi anak yang terpandai di sekolah ini!”. “Ya,,, jelas RINA PRATAMI!”  Riana Merangkul. “Kamu siapkan Na! demi sekolah ini” pinta Ibu Sinta.” baiklah bu, saya akan menjalankan amanat dengan baik!”. “Baguslah…. Itu baru sahabatku………he” Riana tertawa bangga.
Dengan melihat semangat ibu yang tinggi, bapak sebagai kepala rumah tangga menjadi sadar dan menjauhkan diri dari hal- hal yang dilarang agama. Bapak sudah mulai giat bekerja, bekerja apapun yang penting halal. Terkadang bapak bekerja sebagai kuli di pasar, mengecat tembok tetangga, mengali sumur bahkan jika menarik becak sedang sepi bapak memanfaatkan tenaganya untuk menanam singkong di kebun. Keluarga terutama ibu sangat bahagia melihat perubahan yang bapak lakukan. Aku tak tahu mengapa dan kapan yang terpenting bagiku keluargaku bahagia dan aku tetap bisa sekolah.
Senja memadam dengan datangnya rembulan. Bapak datang membawakan kami sesuatu dengan bungkusan yang ia bawa.“Assalamualaikum…..” Bapak membuka pintu rumah. “Walaikumsalam”seluruh keluarga menjawab. “Bapak bawakan kalian oleh-oleh, alhamdulilah hari ini bapak dapat rejeki” tersenyum. “Alhammdulilah ya pak!” seru ibu. “Rina juga senang bu, kita sudah tidak lagi kelaparan, Nana kasihan sama adik-adik yang sering nangis”. “Ya, nak maafkan ibu dan bapak ya” ibu berkaca-kaca. “Tapi sekarang walaupun kita masih hidup dalam kemiskinan yang  terpenting kita tidak kelaparan karena ibu dan bapak bekerja”. “Ya, Nana tahu tapi kenapa ibu jadi sering pulang larut malam, Nana khawatir bu sama keadaan ibu dan adik- adik” cemas Nana. “Ya nak, ibu mengerti tapi itulah pekerjaan ibu nak!”. “Ibu bekerja apa? Dimana?”. “Sudahlah Na yang penting pekerjaan ibu halal!”. “Sudah…sudah, oya kita semua shalat dulu lalu kita makan sama-sama bapak sudah bawakan kalian tempe bacem”.”Asyik……!” seru Anto.
Selama 3 minggu Nana belajar dengan rajin karena minggu depan adalah pertandingannya, selama itu juga Rina melihat perubahan dirumahnya, makanan selalu tersedia tidak lagi kelaparan, bapak semangat bekerja, ibu bapak membelikan baju baru dan sekarang yang membuatku bersemangat sekolah karena melihat ibu bekerja yang selalu pulang sore. Jika sudah besar nanti saya tidak akan membiarkan ibu bekerja dan meneteskan keringat sedikitpun.
 “Nak, makan dulu biar gak sakit” nasehat ibu.”Baik bu” jawab Nana.” Bapak dan adik- adikmu sudah makan duluan sekarang mereka sedang pergi ke pasar membeli buku buat Anto!”. “Ya…bu! bu……apakah ibu tidak cape bekerja seharian berangkat pagi dan pulang larut malam setiap hari?” Tanya Nana. Mengusap kepala Nana”demi kalian ibu tidak akan pernah merasa cape!”. “Terimakasih Bu! Nana janji akan berbakti pada ibu!”. “Baguslah… itu yang ibu harapkan kalian menjadi orang gede dan tetap rendah diri”.
Hari ini adalah perlombaan yang harus dihadapi Nana untuk mendapatkan beasiswa sekolah selama di SMP dari Yayasan Peduli Bangsa. Dengan lawan yang cerdas-cerdas dari 29 sekolah dasar lainnya. Dengan wajah berseri dan selalu mengumandangkan salawat Rina menyiapkan diri untuk pergi ke perlombaan itu. Pagi-pagi buta Rina bangun menunaikan shalat Subuh dan membantu ibu di dapur. Rina sadar walaupun ia akan ikut lomba bukan berarti melupakan kewajibannya membantu ibu di rumah. Jam eman pagi Nana berangkat karena acara dimulai jam setengah delapan, jarak tempat perlombaan dan rumah Rina cukup jauh. Ia, teman-teman dan guru berangkat dengan menggunakan mobil yang di sewa sekolah jadi ia harus menuju sekolah dahulu. Nanapun tahu, setelah anak-anaknya berangkat sekolah baru ibu dan kedua adiknya keluar dari rumah untuk bekerja.
“Bu, Nana pamit dulu! Doakan Nana ya bu?” mencium tangan dan memeluk ibu.“Ibu selalu mendoakan kamu nak semoga kamu dapat meraih cita- citamu dan menjadi orang, tidak seperti ibu bapakmu, Na!” menitikkan air mata. “Nana berangkat ya bu…..Assalamualaikum!”. Walaikumsalam, jangan lupa berdoa ya nak!”.
Dalam ruangan perlombaan di Kecamatan sangat menegangkan. Setiap pertanyaan yang diberikan juri membuat guru- guru dari semua sekolah menegang dan tidak hanya itu teman-teman peserta lombapun ikut panik serta terus menyemangati teman mereka. Perlombaan berlangsung hingga sore hari pukul lima sore. Dengan perjuangan, doa dan usaha akhirnya Rina Pratami dapat memenangkan perlombaan itu menjadi juara pertama dan berhak mendapatkan tropi yang akan disumbangkannya ke sekolah, biaya sekolah selama tiga tahun serta uang pembinaan sebesar sepuluh juta rupiah . Akhirnya Nana yang merupakan anak biasa saja bisa menjadi juara.
Ketika penyerahan tropi dari pihak panitia pada Rina, terjadi keributan diluar ruangan dan terdengar jeritan seorang ibu memanggil- manggil Rina. Akan tetapi dengan pakaiannya yang kumel, dekil dan kotor tidak diizinkan masuk oleh penjaga.
“Nana …anakku kamu memang anak sholeha nak! Selamat ya, ibu selalu mendoakanmu nak!” pengemis berteriak. “Lihat pak, ada pengemis ngintip- ngintip jendela jangan- jangan mau ngemis di dalam!”  penjaga 1 menunjuk pengemis. “Waduh gawat bisa- bisa kita yang kena semprot!”  Penjaga 2 berlari menuju pengemis. “Pergi sana…..dasar pengemis!” ujar penjaga 1. “ini ada uang Rp.5000,- sana ambil lalu pergi!” kata penjaga 2. “Tidak pak, saya tidak ingin uang itu saya ingin melihat anak saya! lihat dia menjadi juara!” pengemis menunjuk ke dalam sambil menangis”. “Saya bilang pergi ya pergi! cepat pergi dari sini jangan sampai saya bawa kamu ke polisi!” penjaga 1 mengancam.
Mendengar kegaduhan diluar semua orang yang ada di dalam ruangan itu keluar dan menyaksikan apa yang terjadi diluar. Begitu pula dengan Rina sang juara, ketika melihat sesosok ibu yang berpakaian kumel dengan menggendong anak balitannya dan memegang tangan seorang anak berumur lima tahun Rina langsung menangis dan  seketika itu ia memeluk pengemis itu. Ternyata pengemis itu adalah ibunya. Ibu yang selama ini bekerja untuk menghidupi anak- anaknya ternyata mencari nafkah sebagai pengemis. Oh…. ibu kau sungguh mulia demi anak- anakmu kau merendahkan dirimu mecari sesuap nasi.



Teks drama



Pada suatu hari disebuah kantin

Hilmiah, Djuania dan Dennita  sedang berada di kantin. Mereka sedang makan sambil bercerita. Tiba-tiba datanglah trio evil yang menyambar pembicaraan mereka.

Enie           : Hello, kalian ! ngapain kalian disini ! (memukul meja)

Anisyah      : Ini tuh tempat khusus buat kita ! jadi loh mendingan cabut sana !

Nenie           : Bener tuh ! Loe,  Loe dan Loe out! (menunjuk ke Hilmiah, Djuania dan Dennita)

Hilmiah        : Apa hak kalian mengusir kami. Lagian inikan tempat umum. Bukan tempat bokap kalian !

Anisyah      : Eeeh. Eeeh. Nih anak sudah mulai melawan yah ! Apa perlu saya panggilkan satpam untuk ngusir kalian!

Djuania            : Ok, silahkan saja panggil satpam. Kalian pikir kami takut dengan kalian.

Enie           : Keterlaluan kalian (hampir menampar Djuania, tapi tiba-tiba Dennita berbicara)

Dennita             : Hey.. jangan. Sudahlah, Biar kami saja yang mengalah. Ayo kita pergi dari sini.

Hilmiah, Djuania dan Dennita pun pergi meninggalkan kantin.

Nenie           : Akhirnya mereka pergi juga. Hahaha

Tidak lama berselang bel pun berbunyi. Semua murid mengambil tasnya dan bergegas untuk pulang.

Seperti biasanya grup Sehat sering mengerjakan tugas di rumah Hilmiah. Jadi tiap sore Djuania dan Dennita datang kerumah Hilmiah. Orangtua mereka pun sudah saling mengenal satu sama lain.
Sore, dirumah Hilmiah

Djuania+Dennita    : Assalamualaikum (mengetuk-ngetuk pintu)

Hilmiah        : Waalaikumsalam (membuka pintu) silahkan masuk tuan putri (sambil mengulurkan tangannya kebawah)(sedang bercanda untuk menghibur mereka)

Hilmiah+Djuania+Dennita        : hehehehehe

Mereka ber-3 menuju ke ruang tamu. Tempat dimana mereka sering mengerjakan tugas sambil berbagi cerita. Kali ini tugas yang dikerjakan oleh mereka ber-3 adalah tugas bahasa indonesia yaitu membuat proposal. Mereka lalu mengeluarkan buku dari tas. Tapi kali ini mereka tidak bisa menyelesaikannya karena ada keributan di samping rumah Hilmiah. Entah mengapa orang itu sangat ribut. Mungkin ada masalah di keluarga mereka.

Djuania            : Aduh, berisik amat! Mana bisa kita selesaikan tugas ini kalau situasinya begini.

Dennita             : Tetanggamu kenapa sih? Kok heboh amat!

Hilmiah        : Aku juga nga tau nih. Nga biasa-biasanya mereka ribut seperti ini.

Mereka ber-3 keluar rumah untuk melihat situasi. Ternyata keributan itu datang pada rumah Anisyah. Diluar rumah Anisyah ada kelompok trio evil yang sedang kebingungan. Kelompok Sehat pun menuju ke rumah Anisyah.


Hilmiah        : Anisyah, ada apa dengan kamu?
(Anisyah hanya nangis dan merunduk)

Enie           : Ngapain loh kesini! Sudah pulang sana, mengganggu aja!

Nenie           : Loh kok masih disini. Kalian budek ya! Kami bilang pergi dari sini ! ( dengan suara yang kejam)

Anisyah      : Sudahlah, jangan husir mereka. Mereka kan teman kita juga.

Enie           : Kamu kenapasih Anisyah? Kenapa mesti lo bela mereka?

Nenie           : Anisyah, kamu habis kesambet batu yah ?

Anisyah      : Sudahlah, hentikan semua kebodohan ini.

Enie           : Maksudloh apasih? Gue nga mengerti dengan semua ini!

Nenie           : Baiklah kalo ini mau kamu. Kami akan menurutinya.

Djuania            : Kok kamu sedih sih Anisyah? Emengnya ada apa?

Anisyah      : Aku tidak habis pikir. Kenapa sih orangtuaku selalunya bertengkar. Apa mereka tidak lelah dengan semua ini?

Dennita             : Kamu yang sabar yah Anisyah.

Anisyah      : Tapi aku sudah benar-benar tidak tahan lagi. Hampir setiap hari dan setiap saat aku mendengar bapak dan ibuku bertengkar.

Hilmiah        : Mungkin memang saat ini bapak dan ibumu sedang ada masalah. Berdoa sajalah, semoga masalah mereka segera bisa diatasi.

Enie           : Kami pun akan turut  berdoa agar orangtuamu tidak bertengkar lagi.

Anisyah      : Hatiku hancur waktu mendengar ibuku minta cerai. Seandainya mereka benar-benar bercerai, aku harus ikut siapa? aku malu, malu dan sangat malu sekali teman-teman.

Nenie           : Aku mengerti sekali perasaanmu, tapi kamu juga jangan sampai terlalu sedih karena aku khawatir kalau kamu terlalu sedih nanti malah akan mempengaruhi fisikmu.

Hilmiah        : Iya Anisyah. Semua ini pasti ada jalan keluarnya kok.

Anisyah      : Ah biarlah, seandainya aku sakit, mungkin orang tuaku tidak peduli sama sekali.

Djuania            : Tidak ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya.

Dennita             : Mungkin saat ini mereka berdua sedang ada masalah jadi mereka terlihat sibuk dengan urusan mereka sendiri.

Anisyah      : Percuma aku punya orang tua kalau setiap hari isinya bertengkar saja. Apa mereka berdua tidak malu dengan tetangga yang sudah pasti mendengar suara mereka bertengkar?

Hilmiah        : tapikan biar bagaimana pun juga dia tetap orangtuamu.

Anisyah       : Saya harus bagaimana  (sambil menunduk dan menangis)

Enie            : sampaikan bahwa kamu merasa sangat tidak nyaman bila mereka berdua bertengkar.

Anisyah      : akan saya coba

Nenie           : Nah, kamu jangan sedih lagi ya. Ayo donk tersenyum lagi (sambil mengusap air mata Anisyah)

Anisyah      : terimakasih yah. Kalian sudah ingin menjadi temanku. Dan memberiku semangat dengan cobaan ini. Aku sayang kalian semua.

Hilmiah        : kami juga sayang kok sama kamu.

Kesemua dari mereka lantas berpelukan antara satu sama lain.

JABATAN / KARIR DALAM BIDANG KEUANGAN PERUSAHAAN


JABATAN / KARIR DALAM BIDANG KEUANGAN PERUSAHAAN
Perkembangan teknologi dan dunia usaha yang pesat mendorong timbulnya bidang-bidang khusus (spesialisasi) akuntansi. Auktansi juga tidak hanya bersifat keilmuan, namun menjadi profesi yang mandiri. Ahli akuntansi juga dapat menduduki jabatan-jabatan penting dalam perusahaan dan pemerintahan.

1.Bidang akuntansi berdasarkan tujuannya, dapat dibagi menjadi berikut:
a.      Akuntansi Keuangan
Akuntansi keuangan (financial accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuannyautamanya mengolah keuangan menjadi laporan keuangan, untuk diinformasikan kepada pihak-pihak diluar perusahaan.
b.      Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen (manajement accounting) adalah bidang akuntansi yang bertujuan menyediakan informasi untuk pihak manajemen perusahaan untuk mendukung operasi sehari-hari dan untuk membuat perencanaa dan kebijakan untuk masa yang akan datang. Bidang akuntansi ini membahas masalah-masalah khusus yang dihadapi pada manager dari berbagai jenjang organisasi. Tugas akuntansi manajemen adalah menemukan alternatif-alternatif tindakan dan membantu memilih alternatif terbaik.
c.       Akuntansi Pemeriksaan
Akuntansi pemeriksaan (auditing) adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan independen terhadap catatan-catatan akuntansi pendukung laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapat mengenai kelayakan dan keandalan laporan keuangan tersebut.
d.      Akuntansi  Biaya
Akuntansi biaya (cost accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan data yang diperlukan untuk menyiapkan data yang diperlukan untuk penetapan dan pengendalian biaya. Lingkupnya biaya selama proses produksi dan harga pokok barang yang sudah diproduksi.
e.       Akuntansi perpajakan
Akuntansi perpajakan (tax accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanyamenyiapkan laporan yang diperlukan untuk penetapan pajak. Tugas akuntan pajak adalah membantu dalam merencanakan pajak dan penyusunan surat pemberitahuan pajak (SPT).
f.       Akuntansi penganggaran
Akuntansi penganggaran (budgeting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyususn rencana keuangan untuk periode tertentu dimasa yang akan datang dan membandingkan hasil operasi dengan rencana yang telah ditetapkan.
g.      Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi pemerintahan (government accounting) adalah akuntansi yang menghkususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan data keuangan yang terjadi pada badan-badan pemerintahan.

h.      Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi (accounting system) adalah akuntansi yang mengkhususkan diri pada pencatatan prosedur dan pengendalian data keuangan sehingga proses pencatatan akuntansi dapat berjalan dengan cepat, efektif dan efisien.

2. Bidang profesi akuntansi, berdasarkan profesinya akuntan dibedakan sebagai berikut:
a.      Akuntan Publik
Akuntan publik (public accountant) adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas atau independen terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain, serta memberikan jasa kepada pihak-pihak yang memrlukan.
Tugas-tugas akuntan publik yaitu:
1.      Melakukan pemeriksaan atau auditing,
2.      Memberikan jasa perpajakan atau tax service,
3.      Memberikan jasa konsultasi manajemen atau management advisory service.
b.      Akuntan Intern
Akuntan intern atau akuntan privat (private accountant) adalah akuntanyang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi tertentu.
Tugas-tugas akuntan intern adalah sebagai berikut:
1.      Menyusun sistem akuntansi,
2.      Menyusun laporan keuangan yang ditujukan untuk pihak ekstern atau intern perusahaan,
3.      Menyusun anggaran,
4.      Menangani maslah perpajakan,
5.      Melakukan pemeriksaan intern.
c.       Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah (goverment accountant) adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintahan.
d.      Akuntan pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi, dan melakukan penelitian ilmiah dibidang akuntansi.


Jabatan Bidang Akuntansi
Seseorang yang memiliki keahlian dibidang akuntansi dan bergelar akuntan dapat menduduki bebagai jabatan di lembaga pemerintahan maupun di perusahaan swasta serta BUMN.
Akuntan pemerintah yang bekerja pada departemen-departemen, lembaga tinggi negara, lembaga keuangan/bank dan BUMN dapat menduduki berbagai jabatan misalnyakepala seksi, kepala bagian, kepala wilayah, direktur, inspektorat jendral, dirjen bahkan ada yang menjadi mentri. Akuntan pemerintah in ditugaskan di BPK, BPKP, Direktorat Akuntan Negara, inspektorat wilayah, departemen keuangan, departemen-departemen teknis lainnya, lembaga-lembaga keuangan bank maupun non bank, direktur dan dewan komisaris BUMN/BUMD.
Akuntan yang bekerja di perusahaan swasta dapat menduduki berbagai jabatan, seperti staf akuntansi, kepala bagian akuntansi, staf ahli perpajakan, staf anggaran, pemeriksa intern (kontroler), manajer keuangan, direktur keuangan, bahkan bisa menduduki jabatan direktur utama.